Tampilkan postingan dengan label perindustian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perindustian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

perindustrian membatik 0 komentar

Rabu, 11 Januari 2012 |

Pelatihan Membatik Jambi untuk Lindungi Budaya Daerah




Jambi (JAMBITOURISM.co.id) – Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi secara intensif mengadakan pelatihan membatik bagi masyarakat khususnya kaum perempuan, dengan maksud melindungi budaya daerah.
Ditemui di Jambi, Selasa, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, Izhar Muzani mengatakan, pelatihan tersebut dimaksudkan agar kelestarian budaya daerah tetap terjaga.
“Selain itu, program pelatihan juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Menurut dia, pelatihan membatik telah dilakukan sejak setahun terakhir ini.
Ia menjelaskan, sudah 100 lebih perempuan di Kota Jambi mengikuti pelatihan tersebut.
Dia menjelaskan, pelatihan membatik dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan tempat dan pengajar.
Selain itu, Disperindag Kota Jambi juga bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan Kota Jambi serta beberapa pengusaha batik yang ada di Kota Jambi.
“Pelatihan tersebut adalah salah satu program Pemkot Jambi untuk terus mengembangkan ekonomi masyarakat yang berbasis pada ketahanan budaya daerah,” katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, selain untuk memberikan pengetahuan tentang membatik. Pemkot Jambi juga ingin terus mengenalkan dan mengembangkan budaya batik bagi kalangan perempuan di Kota Jambi, khususnya kaum muda.
Dengan kegiatan tersebut diharapkan perempuan muda di Jambi bisa terus mengenal dan melestarikan batik daerah Jambi.
Usai kegiatan pelatihan, peserta yang ingin mengembangkan keahliannya akan dibantu oleh pemerintah dalam pengembangan usahanya melalui pinjaman lunak.
Sementara sebagian lainnya akan diberikan kesempatan untuk bekerja pada perusahaan-perusahaan batik yang ada di Kota Jambi.
“Dengan program pelatihan tersebut, selain mengenalkan dan mengembangkan budaya batik. Kegiatan tersebut diharapkan akan membuka peluang kerja untuk meningkatkan ekonomi,” tambahnya.
Secara terpisah, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Kota Jambi, Abdullah Sani mengatakan, pelatihan bagi perempuan diadakan dalam usaha percepatan pemulihan ekonomi khususnya di pedesaan.
“Dalam satu kegiatan pelatihan diikuti oleh sedikitnya oleh 80 peserta perempuan perwakilan tiap kecamatan. Selain membatik, kami juga mengadakan pelatihan lain seperti menjahit, pembuatan kerajinan maupun makanan olahan industri rumah tangga,” katanya.
Selain mengadakan pelatihan, Pemkot Jambi juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan yang ada di Kota Jambi.
Hal itu dilakukan untuk terus mencari peluang pemasaran bagi usaha-usaha kecil rumah tangga tersebut.
“Ada beberapa perusahaan yang akan kami gandeng, selain membantu pemasaran. Perusahaan juga akan merekrut beberapa perserta yang dinilai layak nantinya,” tambah Abdullah Sani.(*)

read more

Rabu, 19 Oktober 2011

biogas 0 komentar

Rabu, 19 Oktober 2011 |

Teknik Pembuatan Biogas Sederhana

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob). Komponen biogas antara lain sebagai berikut : ± 60 % CH4 (metana), ± 38 % CO2 (karbon dioksida) dan ± 2 % N2, O2, H2, & H2S. Biogas dapat dibakar seperti elpiji, dalam skala besar biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik, sehingga dapat dijadikan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan. Sumber energi Biogas yang utama yaitu kotoran ternak Sapi, Kerbau, Babi dan Kuda. Kesetaraan biogas dengan sumber energi lain 1 m3 Biogas setara dengan :
Tabel kesetaraan biogas dengan sumber bahan bakar lain
Di negara Cina Sejak tahun 1975 "biogas for every household". Pada tahun 1992, 5 juta rumah tangga di China menggunakan biogas. Reaktor biogas yang banyak digunakan adalah model sumur tembok dengan bahan baku kotoran ternak & manusia serta limbah pertanian. Kemudian di negara India Dikembangkan sejak tahun 1981 melalui "The National Project on Biogas Development" oleh Departemen Sumber Energi non-Konvensional. Tahun 1999, 3 juta rumah tangga menggunakan biogasReaktor biogas yang digunakan model sumur tembok dan dengan drum serta dengan bahan baku kotoran ternak dan limbah pertanian. Dan yang terakhir negara Indonesia Mulai diperkenalkan pada tahun 1970-an, pada tahun 1981 melalui Proyek Pengembangan Biogas dengan dukungan dana dari FAO dibangun contoh instalasi biogas di beberapa provinsi. Penggunaan biogas belum cukup berkembang luas antara lain disebabkan oleh karena masih relatif murahnya harga BBM yang disubsidi, sementara teknologi yang diperkenalkan selama ini masih memerlukan biaya yang cukup tinggi karena berupa konstruksi beton dengan ukuran yang cukup besar. Mulai tahun 2000-an telah dikembangkan reaktor biogas skala kecil (rumah tangga) dengan konstruksi sederhana, terbuat dari plastik secara siap pasang (knockdown) dan dengan harga yang relatif murah. Manfaat energi biogas adalah sebagai pengganti bahan bakar khususnya minyak tanah dan dipergunakan untuk memasak kemudian sebagai bahan pengganti bahan bakar minyak (bensin, solar). Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada tanaman / budidaya pertanian. Potensi pengembangan Biogas di Indonesia masih cukup besar. Hal tersebut mengingat cukup banyaknya populasi sapi, kerbau dan kuda, yaitu 11 juta ekor sapi, 3 juta ekor kerbau dan 500 ribu ekor kuda pada tahun 2005. Setiap 1 ekor ternak sapi/kerbau dapat dihasilkan + 2 m3 biogas per hari. Potensi ekonomis Biogas adalah sangat besar, hal tersebut mengingat bahwa 1 m3 biogas dapat digunakan setara dengan 0,62 liter minyak tanah. Di samping itu pupuk organik yang dihasilkan dari proses produksi biogas sudah tentu mempunyai nilai ekonomis yang tidak kecil pula.
Di negara Cina Sejak tahun 1975 "biogas for every household". Pada tahun 1992, 5 juta rumah tangga di China menggunakan biogas. Reaktor biogas yang banyak digunakan adalah model sumur tembok dengan bahan baku kotoran ternak & manusia serta limbah pertanian. Kemudian di negara India Dikembangkan sejak tahun 1981 melalui "The National Project on Biogas Development" oleh Departemen Sumber Energi non-Konvensional. Tahun 1999, 3 juta rumah tangga menggunakan biogasReaktor biogas yang digunakan model sumur tembok dan dengan drum serta dengan bahan baku kotoran ternak dan limbah pertanian. Dan yang terakhir negara Indonesia Mulai diperkenalkan pada tahun 1970-an, pada tahun 1981 melalui Proyek Pengembangan Biogas dengan dukungan dana dari FAO dibangun contoh instalasi biogas di beberapa provinsi. Penggunaan biogas belum cukup berkembang luas antara lain disebabkan oleh karena masih relatif murahnya harga BBM yang disubsidi, sementara teknologi yang diperkenalkan selama ini masih memerlukan biaya yang cukup tinggi karena berupa konstruksi beton dengan ukuran yang cukup besar. Mulai tahun 2000-an telah dikembangkan reaktor biogas skala kecil (rumah tangga) dengan konstruksi sederhana, terbuat dari plastik secara siap pasang (knockdown) dan dengan harga yang relatif murah.

Manfaat energi biogas adalah sebagai pengganti bahan bakar khususnya minyak tanah dan dipergunakan untuk memasak kemudian sebagai bahan pengganti bahan bakar minyak (bensin, solar). Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada tanaman / budidaya pertanian. Potensi pengembangan Biogas di Indonesia masih cukup besar. Hal tersebut mengingat cukup banyaknya populasi sapi, kerbau dan kuda, yaitu 11 juta ekor sapi, 3 juta ekor kerbau dan 500 ribu ekor kuda pada tahun 2005. Setiap 1 ekor ternak sapi/kerbau dapat dihasilkan + 2 m3 biogas per hari. Potensi ekonomis Biogas adalah sangat besar, hal tersebut mengingat bahwa 1 m3 biogas dapat digunakan setara dengan 0,62 liter minyak tanah. Di samping itu pupuk organik yang dihasilkan dari proses produksi biogas sudah tentu mempunyai nilai ekonomis yang tidak kecil pula.

read more

LINK TEMAN

  • darmian
  • mr darmianll
  • avan
  • mr avanll
  • Pengikut

     
    Copyright © perindustrian | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog